Dari sumber energi ke lokasi data center AI

Kami menggabungkan energi, lahan, jaringan fiber, dan perizinan menjadi satu paket lokasi yang bisa dinilai pengembang dan pendana.

  • Sumber energi
  • Jalur daya
  • Peluang infrastruktur AI
  • Lahan strategis
  • Konektivitas
  • Kesiapan pengembangan

Empat hal yang kami satukan

Hasilnya satu lokasi yang siap dinilai.

Hamparan lahan hijau strategis
01

Lahan strategis

Lahan inti yang cukup luas, mudah diakses, dan bisa diperluas bertahap.

Sumber energi geotermal
02

Energi yang bisa bertambah

Target awal ≥100 MW, lalu 250 MW dan ≥500 MW, dengan aspirasi jangka panjang 1 GW+.

Jalur konektivitas pantai
03

Jaringan fiber

Fiber berkapasitas tinggi lewat lebih dari satu rute, tersambung ke jaringan nasional dan internasional.

Kegiatan perencanaan pengembangan
04

Kesiapan pengembangan

Perizinan, koordinasi dengan pemerintah, kajian lingkungan, uji minat pasar, dan dokumen investasi.

  • Lahan strategis
  • Energi yang bisa bertambah
  • Jaringan fiber
  • Kesiapan pengembangan

Hasilnya: lokasi yang siap dinilai investor

Energi dulu, baru lahan

Kami mulai dari pasokan listrik, lalu memeriksa delapan hal ini satu per satu.

  1. 01

    Sumber energi

    Panas bumi, air, gas, surya, atau jaringan PLN.

  2. 02

    Kapasitas & harga listrik

    Berapa MW tersedia, bisa ditambah berapa, dan berapa biayanya.

  3. 03

    Transmisi

    Gardu induk terdekat, jalur kabel, dan berapa lama sampai listrik masuk.

  4. 04

    Jaringan fiber

    Kapasitas besar, lebih dari satu rute, tersambung ke gerbang internasional.

  5. 05

    Lahan

    30–50 ha, akses jalan, kontur, status sertifikat, dan ruang untuk tumbuh.

  6. 06

    Lingkungan & izin

    Risiko bencana, kajian lingkungan, tata ruang, dan perizinan.

  7. 07

    Uji pasar

    Kebutuhan calon pengguna dan masukan dari pengembang data center.

  8. 08

    Penguasaan lahan

    Opsi, hak eksklusif, sewa, pembelian bersyarat, atau kemitraan.

Dasar pengembangan indikatif – tunduk pada validasi lokasi

Angka acuan setiap lokasi

Lahan inti

30–50 ha

Bagian yang bisa dibangun

≥75–80%

Jarak ke sumber energi

≤100 km

Daya awal

≥100 MW

Tahap 2

250 MW

Tahap berikutnya

≥500 MW

Target jangka panjang

1 GW+

Angka acuan ini adalah dasar penyaringan dan pengembangan, bukan pernyataan bahwa seluruh parameter sudah tersedia di setiap kandidat lokasi.

100–150 ha+

Lahan cadangan, bila memungkinkan

Kepadatan tinggi

Siap pendingin cair

Pembangkit sendiri / hibrida / jaringan

Skema pasokan listrik

Dapat dimitigasi secara komersial

Risiko bencana alam

Kesiapan keamanan dan ketahanan

Kesiapan fisik, operasional, konektivitas, dan infrastruktur kritis.

Komponen ini menjadi bagian dari penyaringan teknis, penilaian kesiapan lokasi, dan uji tuntas pengembang.

Ini kerangka penilaian, bukan klaim sertifikasi.

  • 01

    Perimeter keamanan fisik

    Perimeter, kendali akses, zonasi, area penyangga yang aman, dan akses darurat.

  • 02

    Klasifikasi infrastruktur kritis

    Penilaian persyaratan infrastruktur kritis yang berlaku serta koordinasi dengan pemerintah.

  • 03

    Redundansi daya

    Arsitektur daya ganda/cadangan, ketahanan pembangkitan, dan strategi pemulihan.

  • 04

    Diversitas serat optik

    Rute fisik yang berbeda, redundansi, dan ketahanan penyedia jaringan.

  • 05

    Ketahanan bencana dan iklim

    Penyaringan risiko banjir, gempa, longsor, gunung api, tsunami, panas, dan perubahan iklim.

  • 06

    Kelangsungan bisnis

    Tanggap darurat, kesinambungan operasi, dan perencanaan pemulihan.

  • 07

    Kesiapan siber

    Kesiapan siber untuk konektivitas dan infrastruktur kendali pada lapisan infrastruktur fisik.

  • 08

    Ketahanan rantai pasok dan logistik

    Logistik berat, rute peralatan, redundansi akses, dan kesinambungan pemasok.